Rancangan-KU Bukanlah Rancanganmu

Senin, 18 Juli 2011

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat. Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawa nya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar supaya suatu hari nanti impiannya itu akan menjadi kenyataan.

Sayang sekali, ketika saatnya tiba baginya untuk bergabung dengan Angkatan Darat , ia ditolak oleh karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan untuk hal itu ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorang diri, dengan perasaan yang kalah, dan di atas segalanya, rasa amarah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.

Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayai-Nya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang tiran (penguasa yang lalim). Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang seperti biasanya berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, maka ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit yang akan membuat orang-orang percaya itu kebingungan.

Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handal. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi dimana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.

Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para orang tua sekarang dapat tinggal dengan berbahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati oleh karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.

Setelah ia menjadi lebih tua maka ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan teknik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. Di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anak-Ku, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan".
Di sana , ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk Angkatan Darat dan menjadi prajurit.. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.

Lalu Tuhan berkata, "Sekarang lihatlah bagaimana rencana-Ku telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju".
Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.

Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.

Sampai di situ, ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alat-Nya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu.
(Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard)

Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup anda, anda harus mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti anda.
(Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997)

"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.... " (Pengkotbah 3:11)

Jadilah Pensil dalam Genggaman-Nya

Sabtu, 16 Juli 2011
Pembuat pensil itu menaruhnya ke samping sebentar, sebelum ia memasukkannya ke dalam kotak.


Ada 5 hal yang perlu kau ketahui, katanya pada pensil, sebelum kau kukirim keseluruh dunia. Hendaknya kau mengingat-ingat selalu dan jangan sampai kau lupakan, dan kau bakal berhasil menjadi pensil terhebat.

Pertama :
Kau bakal bisa melakukan banyak hal-hal yang hebat, tetapi hanya bila kau mau membiarkan dirimu dipegang dalam tangan seseorang.

Kedua :
Kau akan menderita tiap kali diruncingkan, tapi kau butuh itu agar bisa menjadi pensil yang lebih baik.

Ketiga :
Kau bakal bisa mengoreksi tiap kesalahan yang mungkin kau lakukan.

Keempat :
Bagian terpenting dirimu tetap adalah apa yang ada didalam.

Kelima :
Pada tiap permukaan dimana kau dipakai, tinggalkanlah jejakmu. Apapun kondisinya, kau harus terus lanjutkan menulis.

Pensil itu mengangguk mengerti dan berjanji akan mengingat nasihat tersebut. Dan kemudian pensil itu memasuki kotak yang akan diekspor itu dengan suatu tekad kuat dalam hatinya.

Renungan :
Bertukar tempatlah dengan pensil itu, ingatlah nasihat yang sama tadi dan yakinlah, kaupun pasti akan berhasil menjadi orang terbaik.

Pertama :
Kau bakal bisa berbuat banyak hal-hal besar, tetapi hanya apabila kau membiarkan dirimu dipegang dalam tangan-Nya. Dan mengizinkan orang-orang lain mengaksesmu dengan talenta-talenta milikmu.

Kedua :
Engkau pun akan menderita saat diruncingkan, yaitu dalam proses melewati macam-macam badai kehidupan, tapi kau membutuhkan itu agar menjadi lebih kuat.

Ketiga :
Kau bakal mampu memperbaiki kesalahan apa pun yang mungkin kau lakukan.

Keempat :
Bagian terpenting dari dirimu adalah apa yang ada didalam, yakni hati nuranimu.

Kelima :
Dalam setiap peristiwa dan lembaran hidup yang kau jalani, kau harus meninggalkan jejakmu. Tidak peduli bagaimanapun situasinya, kau harus tetap melanjutkan tugas-tugasmu. Jadilah garam dan terang bagi dunia.

Dengan mengerti, menghayati dan mengingatnya, marilah kita lanjutkan hidup kita, berbekalkan suatu tujuan untuk memberi arti bagi hidup kita.

ARTI SAHABAT

Kamis, 07 Juli 2011
Tak ada satupun prasangka diantara masing-masing individu terhadap sahabat, tak ada kedengkian didalam hati, tak ada rasa iri hati terhadap kebahagian yang dimiliki oleh seorang sahabat

Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan
kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan
mencarinya saat jiwa ingin kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata "Tidak"
di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata "Ya".

Dan bilamana dia diam, hatimu berhenti dari mendengar hatinya;
kerana tanpa ungkapan kata, dalam persahabatan,
segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan disatukan,
dengan kegembiraan tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, tidakkah kau berdukacita?
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya,
mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali
saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya,
bukanlah cinta, tetapi sebuah jala yang ditebarkan:
hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.

Gerangan apa sahabat itu jika kau sentiasa mencarinya,
untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu,
bukan mengisi kekosonganmu.

Dan dalam manisnya persahabatan,
biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Karena dalam titisan kecil embun pagi,
hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

Betapa puisi persahabatan tersebut terasa penuh makna kehidupan yang tidak pernah akan kering karena disirami oleh rasa percaya akan sesama sahabat yang begitu melekat dalam hati.
Tiada mutiara sebening cinta..
Tiada sutra sehalus kasih sayang..
Tiada embun sesuci ketulusan hati..
Dan tiada hubungan seindah persahabatan..

Sahabat bukan
MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya..
EKONOMI yang mengharapkan materi..
PPKN yang dituntut oleh undang-undang..
Tetapi
Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa...

AGEN RAHASIA

Selasa, 05 Juli 2011
Suatu hari, saat berjalan keluar dari gereja, seorang teman yang berada di depanku berpapasan dengan pendeta yang berdiri di pintu gereja untuk memberi salam. Ia meraih tangan temanku dan menariknya keluar dari rombongan jemaat yang akan keluar dari gereja. Pendeta itu berkata, "Kamu harus bergabung dengan Bala Tentara Allah!"
Temanku berkata, "Saya sudah bergabung dengan Bala Tentara Allah, Pak Pendeta."
Pendeta bertanya, "Bagaimana bisa? Aku tidak pernah melihatmu ke gereja kecuali saat Natal dan Paskah!"
Ia berbisik balik, "Aku ini agen rahasia!"

(Sumber: E-humor)

Anjing Pintar

Senin, 04 Juli 2011
Seorang penjual daging kedatangan seekor anjing di tokonya. Dia melihat uang selembar Rp 50.000,- di mulut anjing itu dan sebuah kertas di lehernya bertuliskan "Tolong 5 kg daging sapi di cincang".
Penjual daging tersebut melayani anjing itu dan menaruh satu kantong plastik daging pada mulut anjing itu, dan dengan tergesa-gesa menutup tokonya. Ternyata, sang penjual daging mengikuti anjing itu.
Anjing itu berhenti menunggu lampu hijau dan melihat ke kiri kanan lalu menyeberang dan menuju ke halte bis. Anjing itu lalu melihat jadwal bis dan duduk di bangku. Ketika bisnya datang, anjing itu berjalan ke depan bis dan mengecek nomor bis kemudian naik ke dalamnya. Penjual tersebut terus mengikuti anjing itu. Ketika bis itu melewati daerah pinggiran, anjing itu menikmati pemandangan. Setelah beberapa saat, anjing itu berdiri dan menekan tombol berhenti. Penjual daging pun ikut turun.

Anjing itu lalu berlari menuju sebuah rumah dan menjatuhkan kantong plastik berisi daging di depan pintu rumah tersebut. Dia lalu mundur sedikit lalu dengan cepat berlari, melompat, dan menabrak pintu. Dia melakukan ini beberapa kali. Tidak ada jawaban dari dalam rumah. Lalu dia melompat ke tembok dan berjalan di atasnya, mengitari taman dan mengetuk jendela dengan kepalanya, setelah itu dia melompat turun dan menunggu di pintu depan.
Seorang lelaki yang besar keluar dan mulai memaki-maki anjing itu. Penjual daging itu berlari mendekat dan berteriak, "Apa yang kamu lakukan? Dia adalah anjing yang pintar!"
Pemiliknya balik menjawab, "Pintar apanya, dia sudah dua kali lupa dengan kunci rumahnya!"

Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. 

Bersepeda Bersama Yesus

Bersepeda Bersama YesusPada awalnya, aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat; seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya, tetapi aku tidak mengenal-Nya.

Ketika aku bertemu Yesus, pandanganku berubah. Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya adalah sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda.
Aku tidak tahu sejak kapan Yesus mengajakku bertukar tempat, tetapi sejak itu hidupku jadi berubah. Saat aku pegang kendali, aku tahu jalannya. Terasa membosankan, tetapi lebih dapat diprediksi … biasanya, hal itu tak berlangsung lama. Tetapi, saat Yesus kembali pegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan. Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan. Saat-saat seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya pada-Nya! Terkadang rasanya seperti sesuatu yang ‘gila’, tetapi Ia berkata, “Ayo, kayuh terus pedalnya!”
Aku takut, khawatir dan bertanya, “Aku mau dibawa ke mana?” Yesus tertawa dan tak menjawab, dan aku mulai belajar percaya. Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki suatu petualangan baru yang mencengangkan. Dan ketika aku berkata, “Aku takut!” Yesus menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku.
Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan… orang-orang itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekaliku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan… perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami.

Kemudian, Yesus berkata, “Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya; jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita.” Maka, aku pun melakukannya. Aku membagi-bagikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai kebutuhan mereka. Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan.

Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepadaNya. Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan; tetapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi, Ia tahu bagaimana terbang untuk mempercepat melewati tempat-tempat yang menakutkan. Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh… menikmati pemandangan dan semilir angin sepoi-sepoi yang menerpa wajahku selama perjalanan bersama Sahabatku yang setia: Yesus Kristus.
Dan ketika aku tidak tahu apa lagi yang harus aku lakukan, Yesus akan tersenyum dan berkata… “Mengayuhlah terus, Aku bersamamu.”

Jangan Salah Untuk Memilih Jalan Hidup

Jangan Salah Untuk Memilih Jalan Hidup“TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.” Ulangan 13.4
Sejak manusia diciptakan, iblis berusaha untuk menipu manusia agar jatuh ke dalam dosa dan kehilangan berkat yang Tuhan sediakan. Hal itu berlangsung terus hingga sekarang, dan tidak akan berhenti hingga waktunya bagi si iblis telah habis. Iblis begitu berpengalaman dalam hal menipu manusia. Dia mempunyai pengalaman ribuan tahun, sehingga jika kita tidak berpegang teguh kepada FirmanNya, maka kita akan dengan mudah terperangkap oleh tipu muslihat si iblis.

Banyak sekali cara yang dapat digunakan oleh iblis untuk mengecoh kita, yaitu melalui kenikmatan harta yang berlimpah-limpah, kenyamanan atas posisi atau jabatan tertentu, pengakuan oleh orang banyak, dan masih banyak lagi tawaran-tawaran yang membuat kita berkompromi dengan dosa. Si iblis selalu menawarkan jalan pintas bagi kita untuk memperoleh semuanya itu, tetapi pada akhirnya kita akan terjerat dengan perangkapnya yang membawa kepada maut.
Tuhan Allah yang kita sembah bukanlah Tuhan yang tidak sanggup membuat kita diberkati dengan segala kelimpahan baik secara rohani maupun jasmani. Tetapi Tuhan kita Yesus Kristus, sanggup memberikan semua berkat sorgawi bagi kita yang setia kepadaNya.
Mungkin kita tidak sabar menunggu jawaban dari Tuhan. Tetapi Tuhan tidak berdiam begitu saja atas semua penderitaan yang kita alami. Dia akan memberikan jalan keluar bagi kita tepat pada waktunya. Dia telah merancang rencana yang indah bagi hidup kita.

Jika kita memilih untuk mencari jalan pintas atas masalah atau kemauan kita yang ingin cepat kaya, cepat dapat posisi atau jabatan, ingin cepat lepas dari kesusahan, dan kita menghalalkan cara-cara yang kotor di hadapan Tuhan; maka kita akan kehilangan rencana yang indah yang telah Tuhan sediakan bagi kita.
Sayang sekali jika kita mengorbankan semuanya itu hanya untuk kenikmatan sesaat, tetapi berujung kepada maut. Awalnya mungkin tidak kita sadari, tetapi itulah siasat iblis dalam menipu dan menjerat kita, sehingga pada akhirnya kita kehilangan berkat dari Tuhan.

KISAH TUKANG BATU DAN TUANNYA

KISAH TUKANG BATU DAN TUANNYA

Di suatu kota yang besar ada seorang tukang batu yang telah dipercaya oleh pengusaha tua yang sangat kaya untuk membangun seluruh rumah si pengusaha tadi. Setiap si pengusaha tadi akan membangun sebuah rumah ia selalu mempercayakan pada si tukang batu tadi, apapun yang disarankan oleh si tukang batu selalu dituruti oleh pengusaha tadi.
Suatu hari si pengusaha tadi memanggil si tukang batu ia meminta untuk dibangunkan rumah tang besar dan yang sangat kokoh untuk rumah pengusaha tadi sebagai cadangan dihari tuanya, iapun mempercayakan sejumlah uang untuk dibangunkan sebuah rumah. Pngusaha tadi meminta agar bahan yang digunakan untuk membangun rumahnya dibuat  dari bahan-bahan yang berkualitas tinggi dan yang paling baik. Lalu si tukang batu segera membelanjakan uang tersebut.
Niat tidak baik mulai menghampiri si tukang batu tersebut, si tukang batu tadi membelanjakan seluruh uang bangunan tadi dengan membelikan bahan bangunan yang berkualitas rendah bahkan kualitas paling rendah. Ia berfikir “ah paling bapak tadi hanya diam soalnya dia kan terlalu mempercayakan semuanya pada ku”.
Waktu terus berlalu dan si tukang batu telah menyelesaikan rumah tersebut. Dan sekarang si tukang batu tersebut menyerahkan kunci rumah pada pengusaha kaya tadi. Katannya “tuan ku rumah sudah saya bangunkan dan tinggal tuanku tempati saja”. Lalu si pengusaha tadi mengucapkanterima kasih pada tukang batu tersebut. Lalu si tukang batu tadi berbalik badan untuk meninggalkan pengusaha tadi, dengan penunh kegembiraan karena ia telah mendapatkan laba yang luar biasa besarnya dari pembangunan rumah tadi. Setelah selangkah meninggalkan pengusaha tadi, si tukang batu dipanggil, “tunggu”kata pengusaha tersebut. Si tukang batu sangat terkejut, ia berfikir bahwa semua kebohongannya selama ini akan terbongkar. Tapi ternyata si pengusaha tadi memanggilnya dan berkata “aku akan memberikan kunci rumah itu kepadamu dan rumah yang kamu bangun itu akan menjadi milikmu. Betapa terkejutnya dan menyesalnya si tukang batu tadi. Ia menyesal kenapa ia membangun rumah dengan kualitas rendah padahal rumah itu untuk dirinya.
Guys, apa sih yang kita dapet dari cerita tadi??? Mungkin kebanyakan orang melakukan sesuatu seenak hatinya jika bukan untuk dirinya atau dengan kata lain gak ada keuntungannya untuk dirinya sendiri. So gimana dengan kita guys….apa kita akan berlakuan seperti itu, apa kita akan memberikan sesuatu yang buruk untuk orang lain juga????? Eits ingat guys Tuhan aja mau ngorbanin dirinya untuk kita n bukan kepentingan Yesus lho……jadi lakukan apapun yang terbaik untuk orang lain selama kita bisa kenapa enggak……coz kita kan uda di kasi yang terbaik dari Dia….So berikan yang terbaik untuk sesama Dia dan sesama kita. Amin

Buka Mata, dan Jadilah Indah...

Jumat, 01 Juli 2011
Dunia nyata dan permainan sulap...
Yang membuatnya memiliki persamaan adalah misteri.

Hidup ini penuh misteri..
Hanya Sang Pencipta yang mengetahuinya..
Kita tak pernah tau apa yang akan terjadi kelak
Semuanya telah diatur oleh Yang Kuasa..

Begitu pula permainan sulap..
Seringkali kita terpukau dan berpikir mengenai rahasianya..
Ia hanya manjadi misteri tak terungkap
Hanya Sang Pesulap yang tahu..

Namun bukan berarti tak ada beda..
Hidup ini bukan sulap..
Tak ada bahagia yang akan datang dengan sendirinya..
Tak ada asa yang tercapai tanpa berbuat apa-apa..

Tak akan ada cerita:
Buka mata, dan jadilah indah....

Mission at Work

Mengabarkan Injil enggak selalu harus dengan cara meninggalkan dunia kerja sekuler untuk masuk ke sekolah teologia. Kita tetap bisa menjalankan misi Kristus di tengah-tengah tempat kerja kita saat ini. Mau tau caranya? Simak dan terapkan yang berikut ini:
Action
Perbuatan berbicara lebih keras dari khotbah apapun juga. Lewat perbuatan kita bisa mengabarkan kasih dan karya Kristus dalam kehidupan kita. Melalui perbuatan jugalah orang bisa tertarik untuk mengenal Kristus. Banyak orang Kristen menggebu-gebu dalam menceritakan tentang Kristus pada rekan-rekan kerjanya, but tanpa perbuatan nyata yang bisa dirasakan orang-orang sekitar, sia-sia aja apa yang dia lakukan. Doi sekedar mendapat merk Kristen fanatik tapi enggak mampu menyentuh hati orang lain. Perbuatan kita memegang peranan penting banget untuk membuat orang lain jadi rindu mengenal Tuhan ato malah males denger soal Tuhan. So, perbuatan seperti apa yang bisa memberi pengaruh bagi orang lain di tempat kita bekerja?
Be Honest
Bersikap jujur dalam segala hal adalah kunci pertama yang musti kita pegang. Dalam hal sesepele apapun, jadilah orang yang bisa dipercaya. Jaga setiap kata- kata yang keluar dari mulut kita sebagai sumber yang paling bisa dipercaya. Perhatikan apakah setiap tindakan kita selalu berlandaskan kejujuran dan ketulusan. Gimana sikap kita kalo ada supplier yang menawarkan bonus alias fulus pelicin kelancaran bisnis? Apakah kita suka jalan-jalan ke mal pada jam kerja saat kita tugas di luar kantor? Apakah kita sering mencuri jam kantor dengan kegiatan yang enggak ada urusannya sama sekali dengan pekerjaan, misalnya internetan, telpon pribadi, ngobrol enggak ada habisnya ama temen kantor, etc. Apakah kadang-kadang kita memanipulasi biaya operasional kantor untuk kepentingan pribadi? Mencharge biaya taksi, bensin, atau ongkos yang sebenarnya enggak kita keluarkan? Kita harus belajar bersikap jujur dalam hal sekecil apapun supaya saat kita bicara soal Kristus, orang enggak akan ngetawain kita karena record buruk yang udah kita buat. Bila kita bisa dipercaya, orang lain akan lebih mudah mempercayai kesaksian kita tentang karya Kristus.
Kasih
Enggak bisa disangkal lagi, identitas kekristenan yang paling mencolok adalah dalam hal kasih. Karenanya kalo kita ngakunya orang Kristen, orang lain akan langsung mengharapkan tindakan kita yang penuh kasih. Enggak sombong, enggak kasar, pemaaf, baik hati, suka menolong, dst. Emang sih untuk melakukannya jelas butuh pengorbanan. Tapi, toh kita berbuat kasih bukan untuk mendapatkan pengakuan ato pujian dari orang-orang, kan? Kita berbuat kasih karena hati kita telah dipenuhi oleh kasih Kristus sehingga kasih itu meluap keluar dan memberkati orang lain.
Nilai Plus!
Kalau ingin memberi kesan lebih, berilah nilai lebih pada diri kita sendiri. Bukan berarti kita harus menjadi orang yang paling keren di tempat kerja. Jadilah orang yang diatas rata-rata dalam perbuatan baik. Sikap kita dalam bekerja, hasil pekerjaan kita, inisiatif kita dalam bekerja, kedisiplinan, kesungguhan dalam bekerja, kerajinan, kerelaan untuk bekerja keras, dll. Yang jelas sebagai anak Tuhan, sudah sepantasnya bila kita berusaha bekerja dengan baik karena kita tahu bahwa pekerjaan yang kita lakukan itu adalah wujud pelayanan kita kepada Tuhan.
Ramah & Rendah Hati
Sikap ramah dan rendah hati memudahkan kita menarik minat orang lain untuk mengenal kita - termasuk juga mengenal Kristus yang ada dalam hidup kita. Orang bakalan malas ngobrol dengan kita kalo kita selalu menampilkan wajah tegang dan gengsi untuk menyapa orang lain terlebih dulu. Keramahan dan kerendahan hati kita yang tulus pasti akan berbuah manis, percaya deh!
No Judgement
Jangan pernah menghakimi orang lain, baik dosa-dosanya maupun agama dan kepercayaannya. Memberitakan Injil bukan soal membuat orang lain berpindah agama menjadi Kristen. Menginjili seharusnya tidak dilakukan dengan merendahkan keyakinan orang lain. Bagaimanapun juga hargailah pandangan dan keyakinan orang lain. Kita bisa kok memberitakan Kebenaran tanpa harus menghakimi. Biarkan orang lain yang menimbang dan mengalami sendiri Kebenaran yang kita sampaikan.
Kepada orang yang masih hidup dalam dosa, jangan menuding dan menghakiminya. Tetapi jangan pula menolerir dan membenarkan perbuatannya. Nyatakan kebenaran dengan tegas dan penuh kasih. Perhatikan bagaimana Yesus merangkul orang-orang berdosa dan membawa mereka kepada pertobatan.

Ada tetesan setelah tetesan terakhir,,,,

Selasa, 07 Juni 2011
Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia menga lahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup per tunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.
Manusia kuat lalu menantang para penonton : "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu ter senyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?"
Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung."
Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu.
Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton.
Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh diatas meja panggung. Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.
"Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawar kan, tapi mereka semua gagal. Hanya anda satu-satunya yang berhasil memenang kan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana anda bisa melakukan hal itu?"
"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika kau memiliki tanggungan beban seperti itu, kau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Kau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang kau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".

Selalu ada tetes setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkatNya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.

"Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak. Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. (Bits & Pieces, The Economics Press)

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

"Pergilah, Anakmu hidup,,,

Sabtu, 28 Mei 2011
(Yes 65:17-21; Yoh 4:43-54)

“Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. Maka setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu. Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit. Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya." Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang." Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.” (Yoh 4:43-54), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Sabda Yesus memang kuat dan kuasa, maka siapapun yang percaya akan sabdaNya serta melaksanakan sabda-sabdaNya akan selamat, damai sejahtera, sebagimana dialami oleh seorang pegawai istana yang mohon penyembuhan kepadaNya bagi anaknya yang sakit keras, hampir mati. “Pergilah, anakmu hidup!”, demikian sabdaNya kepada sang pegawai istana, dan pada saat itu juga anaknya yang berada di rumah sembuh dari penyakitnya. Sabda Yesus atau Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci antara lain dalam hidup, panggilan dan tugas pengutusan kita bersama ‘diterjemahkan’ ke dalam aneka tatanan dan aturan. Maka marilah ,jika kita sungguh menghendaki hidup bahagia, damai sejahtera dan selamat, dengan rendah hati kita hayati atau laksanakan aneka aturan dan tatanan yang terkait dengan hidup, panggilan, tugas pengutusan, jabatan atau kedudukan serta fungsi kita masing-masing.

Maka baiklah jika kita atau saudara kita ‘hampir mati’ alias sedang menderita sakit atau berkurang kesehatan dan kebugarannya atau berdoa, hendaknya mohon penyembuhan antara lain dengan merenungkan sabda Tuhan atau kembali setia pada aturan dan tatanan yang terkait dengan hidup, panggilan dan tugas pengutusannya. Segala macam bentuk penyakit, entah sakit hati, sakit jiwa, sakit akal budi dan sakit tubuh, hemat saya terjadi karena pelanggaran atau ketidak-setiaan pada aturan dan tatanan hidup. “Pergilah’, demikian sabda Yesus, kiranya antara lain berarti berjalanlah di jalan aturan atau tatanan hidup, telusurilah aneka petunjuk dan arahan yang baik dan benar, jangan hanya mengikuti keinginan atau kemauan sendiri alias hidup seenak sendiri, menurut selera pribadi.


· "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati. Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan,” (Yes 65:17-18). Ajakan untuk “bergiranglah dan bersorak-sorailah untuk selamanya atas apa yang Kuciptakan” kiranya baik menjadi permenungan atau refleksikan. Segala sesuatu yang diciptakan oleh Tuhan baik adanya, maka jika ada yang tidak baik berarti berasal dari setan yang hidup dan bekerja dalam diri pendosa. Dalam kenyataan hidup kita masa kini memang ada yang tidak baik, tetapi juga ada yang baik, dan kiranya yang baik lebih banyak daripada yang tidak baik. Maka bagi yang baik marilah bergotong-royong atau bekerjasama untuk memperbaiki apa yang tidak baik dalam lingkungan hidup kita.

Bergirang dan bersorak-sorai berarti senantiasa bergairah, dinamis dan tak kenal putus asa, dan dengan demikian ada kekuatan luar biasa di dalam diri orang yang bergirang dan bersorak-sorai. Kita dipanggil untuk bergairah, dinamis dan tak kenal putus asa dalam rangka memperbaiki apa yang tidak baik atau bertobat atau memperbaharui diri. Dalam semangat yang demikian berarti ‘otak bawah sadar’ kita bekerja seratus persen (100%), dan apa yang kita dambakan atau impikan akan terwujud, tentu saja harus disertai dengan penyerahan diri yang ditandai oleh pengorbanan dan perjuangan. Dalam rangka bertobat atau memperbaharui diri hendaknya juga tidak mengingat-ingat dalam hati kegagalan atau keterbatasan atau kekurangan yang ada; dan dengan bergairah, dinamis dan tak kenal putus asa dalam bertobat atau memperbaharui diri kiranya segala kelemahan dan kekurangan kita akan sembuh dengan sendirinya.

“Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku. TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus” (Mzm 30:2.4-5)

Menemukan Panggilan kita,,,

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. —Efesus 4:1


Baca: Efesus 4:1-16

Suatu pergumulan yang terus-menerus kita alami di saat belajar mengikut Kristus adalah ketika kita mencoba untuk menemukan panggilan hidup kita. Kita sering berpikir bahwa panggilan itu berkaitan dengan pekerjaan dan lokasi kita. Namun, mungkin yang lebih penting dari itu adalah soal karakter, yakni keberadaan diri yang mendasari perilaku. "Tuhan, apa yang Engkau kehendaki bagiku?"

Dalam Efesus 4, Paulus menulis, "Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu" (ay.1). Ia melanjutkan ini dengan tiga "hendaklah", seperti tertulis dalam satu terjemahan: Hendaklah selalu rendah hati, hendaklah lemah lembut, hendaklah sabar, "tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu" (ay.2). Paulus menulis ini dari penjara, suatu tempat yang sulit, namun ia terus setia pada panggilan Allah atas hidupnya.

Oswald Chambers berkata: "Pengabdian bukanlah menyerahkan panggilan hidup kita pada Allah, tetapi pemisahan dari semua panggilan lainnya dan memberikan diri kita sepenuhnya pada Allah, mengizinkan kedaulatan Allah menempatkan kita sesuai kehendak-Nya—dalam bidang bisnis, hukum, ilmu pengetahuan, pertukangan, politik; atau dalam pekerjaan yang sederhana sekalipun. Kita ditempatkan di sana untuk bekerja sesuai hukum dan prinsip Kerajaan Allah."

Bila kita adalah orang-orang yang tepat di mata Allah, kita dapat melakukan tugas apa pun yang diberikan-Nya, di mana pun Dia menempatkan kita. Dengan itulah, kita menemukan dan meyakini panggilan-Nya bagi kita. —DCM

Engkau dipanggil dengan suatu panggilan ilahi
Untuk menjadi terang dunia;
Untuk memancarkan cahaya Injil
Hingga terangnya bisa dilihat banyak orang. —NN.


Yang terpenting bukanlah apa yang Anda kerjakan, tetapi siapakah diri Anda.

MENANG ATAS MAUT

Selasa, 26 April 2011
Minggu, 24 April 2011

“Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang
yang telah meninggal.” (1Korintus15:20)

Di tengah taman pekuburan yang luas, siang itu terdengar dengan jelas suara teriakan seorang wanita yang histeris, disusul dengan isak tangis yang memilukan hati dari pihak keluarga yang berpakaian serba hitam mengantar kepergian sang suami/ayah/saudara ke tempat peristrahatan yang terakhir dengan ukuran 2x1 meter. Sungguh sebuah perpisahan
terakhir dimana setiap pihak keluarga tidak pernah berharap akan kembali bertemu apalagi bangkit dari kematian.

Peristiwa kematian telah terjadi sejak beribu-ribu tahun yang lalu, disetiap generasi umat manusia yang lahir ke dalam dunia ini. Tetapi ada satu peristiwa kematian yang selalu diingat, dikenang, direnungkan yaitu kematian Yesus Kristus di atas kayu salib di bukit Golgota. Mengapa? Karena kematianNya diikuti oleh kebangkitan! Kuasa maut sebagai upah dosa telah ditaklukan Kristus melalui kebangkitanNya. Kuasa kebangkitan Kristus memberikan kita pengharapan bahwa kitapun akan dibangkitkan pada masa yang akan datang. Kuasa kebangkitanNya memberikan kita kepastian bahwa Yesus yang kita sembah adalah Allah yang hidup dan berkuasa. Hal ini tentunya bukan isapan jempol atau sekedar dongeng, legenda tetapi peristiwa ini adalah benar, dapat dipercaya, dan telah dibuktikan.

Dan barang siapa yang percaya akan peristiwa ini akan mengalami hal yang sama yaitu kebangkitan sama seperti Kristus sang buah sulung. Namun ingat, kuasa kebangkitan Kristus ini hanya berlaku bagi setiap orang yang percaya dan menerima bahwa Yesus Kristus telah mati bagi dosa setiap kita, dibangkitkan dan naik ke surga!

S'BAB DIA HIDUP... ADA HARI ESOK

Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu . . . (1 Korintus 15:17)

Masih ingat ramalan suku Maya yang sangat mengagetkan dunia itu? Ramalan itu menyatakan bahwa tahun 2012 adalah merupakan Tahun Kiamat. Dan, ramalan itu seolah-olah dibuktikan oleh alam yang tidak lagi ramah dengan kehidupan kita.

Coba kita perhatikan peristiwa yang terjadi di awal tahun ini saja. Di Indonesia banjir lahar dingin yang terjadi di Merapi masih sangat menakutkan. Daerah Magelang dan sekitar Selo, Boyolali yang terkena imbasnya. Jembatan putus akibat banjir lahar dingin yang mengakibatkan daerah Selo terisolasi, demikian juga ada daerah di Magelang yang mengalami kasus serupa. Di Italia, Gunung Etna juga tidak ketinggalan. Bencana banjir juga melanda, bukan hanya di jalur sungai
Bengawan Solo dan di Jakarta yang memang sudah menjadi langganan tiap Bogor hujan lebat cukup lama, tetapi juga di negara modern yang sistem drainasenya canggih. Misalnya di daerah Queensland dan Victoria, Australia, juga di Filipina dan Thailand yang memakan korban jiwa dan materi yang sangat besar. Bencana tanah longsor dan banjir bandang juga
terjadi di Brazil yang menewaskan 634 orang. Di bidang lain, baru sekali ini harga cabe di Indonesia menyentuh angka fantastis, yaitu 100 ribu per kilo. Busyet!

Pertanyaannya, benarkah tahun 2012 merupakan Tahun Kiamat? Karena hidup terasa lebih sulit dan keras, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bagi saya, kesulitan hidup yang terjadi sekarang ini, memang diijinkan Tuhan. Tuhan memberi kesempatan bagi orang untuk menemukan jalan keselamatan yang ada di dalam Yesus Kristus. Hidup semakin susah? Gak masalah, karena Ia yang memberi kekuatan kepada kita semua.

LONCENG SEPANJANG TAHUN

Jumat, 22 April 2011
“ Taurat Tuhan itu sempurna menyegarkan jiwa; peraturan
Tuhan itu teguh .. “ (Mazmur 19 : 8)

“Teng...teng..teng !!!” dentang lonceng terdengar di pagi hari
yang masih gelap, hawa dingin menusuk tulang, dan matahari belumlah
muncul dan merekah-kan sinarnya. Suara mengalun lembut terdengar dari
sebuah ruangan, sekumpulan orang berhimpun mengalunkan pujian yang
merdu, berdoa dan membaca sabda Tuhan dengan penuh penghayatan
dan sikap yang penuh hormat. Setiap pagi tanpa terlewatkan hal tersebut
selalu terjadi di tempat itu dan tidak seorangpun yang melewatkan
kegiatan tersebut entah pagi itu hujan dan udara amat dingin, ataupun
sampai larut malam ada kesibukan yang dikerjakan. Itulah sepenggal
cerita rekan saya bagaimana pengalamannya ketika ia berkesempatan
untuk tinggal di sebuah biara yang terletak di lereng pegunungan. Ya,
memang itulah keseharian para rohaniwan yang tinggal di biara tersebut.
Rekan saya sempat menanyakan pertanyaan ini kepada salah seorang
rohaniwan yang tinggal di biara tersebut, “Pak, apakah dengan setiap pagi
anda melakukan doa dan ibadah pagi sempat membuat anda bosan ? “
jawab rohaniwan tersebut :”saya tidak pernah bosan atau jenuh, mengapa
karena saya melakukan karena saya mencintai hal tersebut dan bagi saya
itu merupakan suatu kebutuhan”.
Sobat terkasih, kedua jawaban tersebut seharusnya menjadi
cerminan dari jawaban kita. Kita berdoa dan bersekutu dengan firman
haruslah didorong karena alasan cinta dan kebutuhan. Cinta akan Tuhan
membuat kita juga mencintai firman-Nya dan saat-saat kita berhubungan
dengan-Nya melalui doa. Kebutuhan akan doa dan firman membuat
kita menjadi pribadi yang selalu haus dan lapar akan hal tersebut. Ubah
pandangan kita mulai saat ini, jadikan cinta dan kebutuhan adalah alasan
kita untuk tetap bersekutu dengan Dia dalam doa dan firman sampai
selama-lamanya.

MENYENANGKAN TUANNYA

“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari
cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek
moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula
dengan perak atau emas,” (1Petrus 1:18)

Sebuah peternakan ayam di tepi hutan menghadapi masalah dengan kedatangan anjing hutan liar yang sering memangsa ayam-ayam disana. Peternak tua disana akhirnya menggunakan perangkap untuk menakut-nakuti anjing liar tersebut. Suatu hari tertangkaplah seekor anjing liar, dengan kaki yang terjepit dan mengeluarkan darah anjing ini terbaring lemah. Lalu timbulah rasa kasihan peternak ini lalu ia membawa dan merawat anjing ini hingga sembuh. Setelah beberapa bulan dipelihara, peternak ini memasang lonceng-lonceng kecil pada anjing yang mulai jinak ini. Ia ingin memberi tanda seandainya anjingnya ini kembali ke kawanan anjing liar di hutan. Dan benar saja, setiap anjingnya ini mencium kedatangan kawanan anjing liar yang mendekat ke peternakan ia segera berlari dan mencoba kembali bergabung. Tetapi karena lonceng di lehernya menimbulkan bunyi-bunyian maka kawanan liar ini segera lari menjauh. Hal ini sangat menggirangkan peternak tua itu, akhirnya ia makin menyayangi anjing peliharannya ini. Setelah beberapa kali mencoba, anjing ini menyadari jika Tuannya ini senang jika ia melakukan pengusiran yang tidak disengaja ini. Dan ia semakin merasa dikasihi sehingga ia tidak lagi mencoba bergabung tetapi semakin giat melakukan pengusiran anjing liar lain.Sobat, seperti cerita diatas, kehidupan kita dahulu mungkin adalah kehidupan yang jahat dan jauh dari kebenaran. Tetapi oleh kasih Tuhan Yesus hendaknya kehidupan kita sekarang diubahkan bagi kesenangan Tuan atas kehidupan kita. Lakukanlah segala yang berkenan dan menyukakan hati Tuhan. Semakin Tuhan disenangkan semakin dalam kasih-Nya bisa kita rasakan.

DIBALIK LAGU "SENTUH HATIKU"

Minggu, 17 April 2011
”... Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan
Allah.” (Roma 5:2)

Mungkin sudah banyak pembaca mendengar lagu ”Sentuh Hatiku”, yang dinyanyikan oleh Maria Shandy, tetapi mungkin tidak banyak yang tahu kisah dibalik penciptaan lagu dimana ada kisah yang luar biasa. Penulis lagu menuliskan lagu tersebut berdasarkan pengalaman nyata seorang temannya. Dimulai dari ketika gadis temannya itu suatu hari diperkosa oleh ayahnya, sehingga menjadi gila dan kakinya harus dipasung. 

Sang penulis lagu sering mengunjungi dan mendoakan gadis tersebut. Suatu saat penulis lagu itu pindah ke kota lain dan sibuk dengan pekerjaan dan urusan pribadinya sehingga melupakan gadis tersebut. Suatu ketika ia mendapatkan telpon dari sang gadis dan terkejut mengetahui bahwa ia telah sembuh dari sakitnya serta tidak dipasung. Sang gadis menceritakan bagaimana suatu saat rantai dikakinya tiba-tiba patah dan ia bisa membebaskan dirinya. Teringat akan perlakuan ayahnya, ia bermaksud membunuh ayahnya. Tetapi saat ia bangkit dari tempatnya, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubah putihnya, berkata ”Kamu harus mengampuni ayahmu”. Gadis itu berontak, menangis, memukul dan berteriak tidak mau mengampuni ayahnya, sampai akhirnya Yesus memeluk dia dan berkata ”Aku mengasihimu”.

Walaupun bergumul akhirnya sang gadis mau memaafkan ayahnya. Akhirnya mereka saling mengampuni, dipulihkan dan kembali kepada kehidupan yang normal. Kasih Allah dapat mengubahkan hidup seseorang. Sering yang menjadi masalah adalah respon kita yang salah ketika menanggapi kasih Allah dan kita mengeraskan hati tidak mau berubah. Bagaimana dengan respon kita?

BEDAH PLASTIK TAK FANTASTIK

Jumat, 15 April 2011
Kamis, 17 Maret 2011“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, danAku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusiasebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.” (Yesaya 43:4)

Salah satu kebiasaan positif yang sangat dianjurkan Alkitab adalah kehidupan yang dipenuhi dengan ucapan syukur. Salah satunya adalah mensyukuri berkat ragawi (tubuh fisik) yang Tuhan anugerahkan apa adanya. Adalah Han Mi Ok, seorang selebritis Korea, yang merasa kurangpuas dengan kecantikannya. Ketidakpuasan itu membawanya kepadaniat untuk menjalani bedah plastik terhadapwajahnya agar kesempurnaan kecantikandimilikinya. Kemudian ia menjalani ‘faux-fectface‘ (bedah kosmetik untuk mempercantikwajah) meskipun pada dasarnya adalah proses mengelabuhi semata.Alih-alih cantik dan menarik, Mi Ok malah mengalamikerusakan wajah yang parah. Bahkan sesudah menjalani 15 kali operasirekonstruksipun wajahnya justru tampak ‘mengerikan’ dalam pandanganorang lain. Bedah plastik yang diharapkannya menghasilkan wajahfantastik itu justru membawanya pada penyesalan seumur hidup.Demikianlah ketidakpuasan manusia sering menjadi sumberbencana bagi dirinya sendiri. Itulah sebabnya Alkitab mengajarkanpembacanya untuk bersyukur, bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun.Kesempurnaan fisik bukanlah jaminan akan nilai diri seseorang. Di dalamKristus, Seperti apapun bentuk badan kita, apapun warna kulit kita,semuanya berharga di mata-Nya.

Sahabat, untuk membangun citra diri positif, mulailah denganucapan syukur. Kembangkanlah kemudian dengan kepercayaan diri di atasdasar penebusan-Nya. Tidak mungkin Dia menebus kita, jika kita tidakberharga di mata-Nya bukan?

MANFAAT AIR DAN BUAH

Kamis, 14 April 2011
“Air minum pun bagimu akan ditentukan, seperenam hin banyaknya; minumlah itu pada waktu waktu tertentu” (Yehezkiel 4:11)

Untuk memiliki kesehatan, selain berdoa mohon kemurahan hati Tuhan kita pun harus memahami pola hidup sehat, antara lain mengerti manfaat air dan buah-buahan. Manusia butuh air sebanyak 1/6 hin. Menurut kamus Alkitab itu setara dengan 2 liter atau 8 gelas per hari. Tepat waktu minum air putih akan memaksimalkan efektifitas tubuh manusia. Dua gelas air setelah bangun tidur akan membantu mengaktifkan organ-organ internal. Satu gelas air 30 menit sebelum makan membantu fungsi pencernaan dan ginjal. 
Satu gelas air sebelum mandi membantu menurunkan tekanan darah. Satu gelas air sebelum tidur untuk menghindari stroke atau serangan jantung. Bila Anda minum dari botol air kemasan, botol ini hanya aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jangan diisi ulang berkali kali. Di samping itu, taruhlah di tempat yang jauh dari matahari. Bila Anda suka minum air dingin (air es) setelah makan berhati-hatilah. Air dingin akan membuat minyak yang baru dikonsumsi menjadi beku. Hal ini akan memperlambat pencernaan.

Makan buah-buahan harus dimakan saat perut kosong, sebelum makan! Bila Anda makan buah setelah makan maka buah akan bercampur dengan makanan lain dan membusuk serta menghasilkan gas dan dengan itu perut akan kembung. Makan buah utuh memang lebih baik daripada minum jus buah, tapi jika Anda minum jus buah, minumlah seteguk demi seteguk secara perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur dengan air liur Anda sebelum menelannya. Menurut Dr. Herbert Shelton, bila waktu makan buah benar, yaitu sebelum makan, maka Anda akan memiliki umur panjang, kesehatan, energi, kebahagiaan dan berat badan normal.